Berita Bagus Terbaru – ini ialah berita hangat waktu ini, yakni tentang Begini Kritikan Tajam RD Untuk Model Pembinaan Usia Pagi Di Indonesia

foto: sidomi.com

STRIKER.ID – Pelatih klub Malaysia T-team, Rahmad Dharmawan menyoroti masih buruknya kompetisi level usia pagi di Indonesia. Masalah ini membuat rapuhnya pondasi sepak boal, sehingga selama ini Indonesia hanya begitu kuat di level usia belia, tetapi rapuh di usia senior, khususnya di kompetisi level internasional.

Berdasarkan Rahmad Dharmawan (RD) selama ini di Indonesia tak sudah ada kompetisi usia pagi, tetapi yang sudah ada hanya turnamen. Masalah ini menurutnya mesti sangat dipahami terlebih dulu, sebelum berbicara lebih dalam soal pembinaan usia pagi. Dikarenakan kompetisi dan turnamen jelas dua masalah yang tidaksama.

 “Selama ini jika orang bilang kami memiliki kompetisi usia pagi, itu tak sudah ada, yang sudah ada ialah turnamen. Kompetisi itu dijalankan semusim penuh secara reguler, jika turnamen yang kayak Soeratin Cup U-16 yang hanya bertanding sistem gugur sejumlah kali. Begitu pula dengan ISL U-21 dulu atau kini Liga 1 U-19. Mereka belum dapat menghadirkan kompetisi yang reguler, tetapi baru turnamen,” jelas RD waktu menghadiri pembukaan turnamen Rektor ITN Cup 2017 di Malang Sabtu (18/11/2017).

Gak Nyangka! Melalui Ini, FIFA Beri Pengakuan Gelar Juara Liga 1 Bhayangkara FC

Minimnya kompetisi atau festival sepak bola dalam usia muda inilah yang berdasarkan RD akhirnya todal dapat memberikan pondasi yang baik di level senior. Sehingga pastinya fenomena nya seringkali Indonesia berjaya di level junior, tetapi selalu kalah saat masuk level senior (U-19 ke atas).

“Sangat kurang sekali kompetisi di Indonesia. Kami ga kuat dalam pondasi pemain, youth development mesti sedini mungkin. Inilah yang membuat Timnas kami sering loyo di level senior, tidaksama dengan junior dan usia pagi yang sering berjaya. Pemain kami sering terlambat belajar sepak bola. Inilah yang mesti jadi PR PSSI kedepan nya,” imbuh pelatih yang sempat dikaitkan dengan Persib Bandung disebutkan.

Sesudah Sandy Walsh, Sekarang PSSI Dituntut Naturalisasi Rekan Ezra Walian Di LIga Belanda Ini

Bilamana kompetisi atau festival sepak bola di segala usia dapat terpenuhi dan berjalan dengan sehat, maka dari itu bukan tak mungkin berdasarkan RD, hendak sudah ada peningkatan prestasi dari sepak bola Indonesia, baik secara individu maupun Timnas kedepannya.

 


terima kasih telah membaca informasi tentang Begini Kritikan Tajam RD Untuk Model Pembinaan Usia Pagi Di Indonesia

source

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here